Para arkeolog menemukan peninggalan arkeologis yang diperkirakan merupakan otak manusia tertua yang pernah ditemukan. Tim yang melakukan penggalian di situs penelitian Universitas York itu menemukan satu tengkorak dengan kandungan kuning yang tampaknya mengecil tapi masih tetap berbentuk otak.
Otak itu terdiri dari lapisan lemak yang diserap oleh mikroba di dalam tanah, sehingga para neuorologis, atau ahli syaraf, yakin temuan itu adalah fosil otak.
Tengkorak itu ditemukan di kawasan yang merupakan kawasan pertanian sekitar 2.000 tahun lalu.
Sejumlah tes masih harus dilakukan untuk memastikan kandungan dari fosil otak tersebut. (selanjutnya…)





